1. Home
  2. Vol 3, No 2 (2019)
  3. Hadiwinarto Hadiwinarto

Analysis of the needs of problem children towards the quality of life that is moral and characterized

  • Abstract Views: 1945
  • PDF Downloads: 80
  • January 21, 2019
Corresponding Author

Keywords:

the need for juvenile convicts, moral life and character.

Abstract

This study aims to describe problem children, with a sample of 52 child convicts. In-depth interview techniques with counseling approaches, focused discussions and questionnaires were used for data collection. Data analysis used content analysis techniques and descriptive analysis. This research is the result of the first year of research planned for three years. The results of the study show that: child convicts are in a critical age, a period of seeking identity; have a low education background; very rarely interact socially with their father and mother; Child convicts have various unmet needs in their families. Their needs include: psychological needs, physical needs, social needs, future needs, information needs, and the need to live in character and culture. It is recommended that the results of the first year research be used to determine the right education model for child convicts to lead a moral and characterized life.

Full Text:

References

Abdullah, S. M. (2009). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak (paternal involvement): sebuah tinjauan teoritis. Universitas Mercubuana Yogyakarta.

Allen, S. M., & Daly, K. J. (2007). The effects of father involvement: An updated research summary of the evidence. Centre for Families, Work & Well-Being, University of Guelph.

Dharmawan, N. S. (2014). Implementasi pendidikan karakter bangsa Pada mahasiswa di perguruan tinggi. Makalah Dipresentasikan Pada Pembinaan Pendidikan Karakter Bagi Mahasiswa PTS Di Lingkungan Kopertis Wilayah VIII, Universitas Udayana Denpasar.

Falentina, F. O., & Yulianti, A. (2012). Asertivitas terhadap pengungkapan emosi marah pada remaja. Jurnal Psikologi, 8(1), 9–14.

Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Teori Kepribadian: Theories Of Personality, terj. Smita Prathita Sjahputri,(Jakarta: Salemba Humanika, 2009).

Gunarsa, S. D. (2008). Psikologi perkembangan anak dan remaja. BPK Gunung Mulia.

Hadiwinarto, H. (2018). URGENSI KONSELING SPIRITUAL. JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN, 4(2), 40–46.

Hamid, A., & Sudira, P. (2013). Penanaman nilai-nilai karakter siswa smk salafiyah prodi tkj kajen margoyoso pati jawa tengah. Jurnal Pendidikan Vokasi, 3(2).

Hapsari, R. M. (2007). Sumbangan Perilaku Asertif Terhadap Harga Diri Pada Karyawan. Jurnal Penelitian Psikologi, 1(1).

Hines III, M. T. (2007). Adolescent adjustment to the middle school transition: The intersection of divorce and gender in review. RMLE Online, 31(2), 1–15.

Kamila, I. I., & Mukhlis, M. (2013). Perbedaan Harga Diri (Self Esteem) Remaja Ditinjau dari Keberadaan Ayah. Jurnal Psikologi, 9(2), 100–112.

Kartadinata, S. (2013). Mencari Bentuk Pendidikan Karakter Bangsa. Makalah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Http://file. Upi. Edu/direktori/fip/jur. _psikologi_pend_dan_bimbingan/195, 32119.

Kartono, K. (2011). Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja cetakan ke-10. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada.

Lian, T. C., & Yusooff, F. (2009). The effects of family functioning on self-esteem of children. European Journal of Social Sciences, 9(4), 643–650.

Maccoby, E. E. (1980). Social development: Psychological growth and the parent-child relationship. New York: Harcourt Brace Jovanovich.

Marliani, R. (2013). Hubungan antara religiusitas dengan orientasi masa depan bidang pekerjaan pada mahasiswa tingkat akhir. Jurnal Psikologi, 9(2), 130–137.

Murtadlo, A. (2009). Pendekatan Nilai: Kajian atas Implementasi Pendidikan Budi Pekerti dalam Proses Pembelajaran. Innovatio, 8(1).

Nomor, U.-U. R. I. (11AD). Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor, 153.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human Development (Perkembangan manusia edisi 10 buku 2). Jakarta: Salemba Humanika.

Rahmaningsih, N. D., & Martani, W. (2014). Dinamika konsep diri pada remaja perempuan pembaca teenlit. Jurnal Psikologi, 41(2), 179–189.

Rumini, S., & Sundari, S. (2004). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta.

Safaria, T., & Saputra, N. E. (2009). Manajemen Emosi: Sebuah panduan cerdas bagaimana mengelola emosi positif dalam hidup anda. Jakarta: Bumi Aksara.

Santrock, J. W. (2007). Remaja, edisi kesebelas. Jakarta: Erlangga.

Scott, W., & De La Hunt, A. (2011). The important role of fathers in the lives of young children. Parents as Teachers.

Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar Cetakan ke-44. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Suhartono, S., & Muhsin, I. (2007). Filsafat pendidikan. Ar-Ruzz Media.

Suparno, P. (2003). Pendidikan budi pekerti: untuk SMU-SMK. Kanisius.

Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. PT Remaja Rosdakarya.

Suyatno, H. (n.d.). PERAN PENDIDIKAN SEBAGAI MODAL UTAMA MEMBANGUN KARAKTER BANGSA.

Thomas, D. (2008). Paternal involvement in pre-school readiness. Humboldt State University.

Undriani, Y., Yusri, Y., & Sukmawati, I. (2015). Kecerdasan Emosional Siswa dalam Pemilihan Sekolah Lanjutan. Konselor, 4(2), 102–110.

Walgito, B. (2000). Bimbingan dan Konseling (Studi dan karier): Penerbit Andi. Yogyakarta.

Yuliawati, L., Lukito Setiawan, J., & Wijaya Mulya, T. (2007). Perbedaan Kecerdasan Emosional Remaja Ditinjau Dari Keberadaan Ayah The Difference In Adolescent Emotional Intelligence From The Perpective Of The Existence Of Father.

Yusuf, S., & Anak, P. P. (2007). Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.